Nama : Nanu Linda Swandayani
Kelas : ITP A Non Regular
Nim : 202069050006
Mata kuliah : Bahasa Indonesia
Menganalisa artikel ilmiah
CONTOH ARTIKEL ILMIAH
Judul :
Manfaat air tebu
Air tebu yang manis dan dingin bisa
menjadi minuman terbaik untuk menyegarkan diri pada cuaca yang terik. Tak hanya
melegakan kerongkongan, kandungan air tebu terdiri atas vitamin hingga mineral yang memberikan manfaat bagi tubuh Anda.
Kandungan
gizi air tebu
Air tebu adalah minuman manis alami
yang dibuat dengan cara memeras batang tebu. Sari tebu yang terkumpul lalu
disaring terlebih dulu sebelum dikonsumsi. Anda dapat membuatnya sendiri atau
membelinya secara botolan atau di pedagang kaki lima.
Meskipun merupakan bahan baku gula
pasir yang umum dikonsumsi, minuman air tebu bisa dibilang lebih menyehatkan
daripada air gula biasa. Ini karena tebu mengandung zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, dan mineral.
Satu gelas air tebu sebanyak 240
mililiter memiliki kandungan gizi sebagai berikut.
Kalori: 183 kkal
Protein: 0 gram
Lemak: 0 gramGula: 50 gram
Serat: 0 – 13 gram
Melansir buku Sugarcane
Biotechnology: Challenges and Prospects, perasan tebu juga
mengandung vitamin A, B1 hingga B6, C, dan E. Selain vitamin, segelas air tebu
juga memberikan tubuh beragam mineral seperti kalium, kalsium,
fosfor, dan zat besi.
Berikut beberapa khasiat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi air tebu.
1. Merawat kesehatan kulit
Air tebu mengandung asam glikolat, salah
satu antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Berkat khasiat ini, konsumsi air tebu diyakini membantu mengatasi radang,
memperbaiki tampilan kulit, dan mengurangi tanda penuaan.
2. Menjaga kepadatan
tulang
Mineral seperti kalsium, fosfor, dan magnesium pada
air tebu merupakan komponen penting yang membantu memperkuat tulang.
Dengan tulang yang padat dan kuat, Anda akan lebih terlindung dari risiko pengeroposan
tulang atau osteoporosis.
3. Menurunkan kolesterol
Sejumlah studi membuktikan konsumsi air tebu murni memiliki manfaat dalam
menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida. Hal ini akan melindungi
kesehatan jantung Anda dan berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung
seiring bertambahnya usia.
4. Membantu agar tidur
lebih nyenyak
Kandungan asam amino dalam air tebu diyakini dapat menyeimbangkan jumlah hormon
stres dalam tubuh. Selain itu, tubuh juga mengubah asam amino menjadi
beberapa senyawa yang membantu Anda tidur lebih nyenyak, seperti melatonin dan
triptofan.
5. Mengendalikan tekanan
darah
Kandungan kalium dalam air tebu bisa mengurangi ketegangan pada pembuluh
arteri. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah, tapi
juga berpotensi menurunkan risiko pengerasan pembuluh, serangan jantung, dan stroke.
6. Memperkuat daya tahan tubuh
Minum air tebu juga memberikan manfaat bagi sistem kekebalan tubuh Anda. Ini
karena vitamin C pada air
tebu dapat merangsang kerja sel darah putih yang disebut limfosit dan fagosit.
Keduanya berperan penting dalam melawan serangan infeksi.
7. Manfaat air tebu untuk
ginjal
Air tebu bersifat diuretik, yang berarti meningkatkan produksi urine
sehingga membuat Anda lebih sering kencing. Hal
ini berguna bagi tubuh karena kerja organ ginjal menjadi
lebih efektif. Selain itu, urine juga membawa keluar endapan mineral pada
saluran kemih.
8. Pengganti gula pasir
Meski mengandung gula, air tebu memiliki indeks glikemik (IG)
rendah. Makanan ber-IG rendah tidak meningkatkan gula darah dengan cepat
sehingga cenderung lebih aman. Namun, jika Anda menderita diabetes tipe 2,
sebaiknya konsultasikan ini kepada dokter.
9. Menambah energi
Tebu mengandung glukosa dan berbagai mineral. Glukosa adalah sumber energi bagi tubuh yang utama. Sementara itu,
mineral membantu proses perubahan glukosa menjadi energi serta mendorong laju
metabolisme.
Jangan minum air tebu
secara berlebihan
Air tebu memang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, patut
diingat bahwa minuman ini mengandung banyak gula. Satu cangkir air tebu
mengandung 50 gram gula yang hampir setara dengan lima sendok makan.
Batas asupan gula yang disarankan dalam sehari yaitu 54
gram, atau setara dengan lima sendok makan. Jika Anda sering mengonsumsi gula
melebihi batas tersebut, risiko obesitas (kegemukan) dan penyakit diabetes dapat meningkat.
Seperti minuman manis pada umumnya, air tebu juga tidak
disarankan untuk penderita diabetes. Meskipun air tebu memiliki IG yang rendah,
penderita diabetes maupun orang yang berisiko tinggi mengalami diabetes
sebaiknya menghindari minuman ini.
Jika Anda bukan penderita diabetes, Anda sebetulnya
boleh saja mengonsumsi air tebu sesekali. Akan tetapi, pastikan Anda tidak
mengonsumsinya secara berlebihan untuk menjaga gula darah tetap normal.
CONTOH ARTIKEL POPULER
Teknologi GPS Terbaru
Informasi tebaru
mengatakan bahwa perusahaan X telah berhasil meluncurkan produk baru dengan
teknologi GPS yang sangat canggih. Perusahaan X berhasil mengembangkan sebuah
smartphone yang membawa teknologi GPS dalam tingkat yang lebih tinggi.
Smartphone tipe T yang diluncurkan pada bulan ini digadang-gadang merupakan
smartphone terbaik yang mengangkat sistem GPS dalam berbagai fitur. GPS yang
ada dalam smartphone mampu memantau gerakan pemiliknya dan membunyikan alarm
jika pemiliknya melakukan sesuatu yang buruk. Jika pemilik kebanyakan duduk,
maka smartphone otomatis akan berbunyi dan menyarankan untuk segera bergerak.
Jika pemilik sedang berada di tengah jalan, maka smartphone akan memperingatkan
bahaya kendaraan yang melintas. Jadi smartphone ini seolah menjadi pengontrol
setiap tindakan yang dilakukan.
(dikutip dari sumber https://www.mapel.id/)
Hasil analisis artikel karya ilmiah dan artikel populer
:
1. )
Karya Ilmiah :
- ciri-ciri Artikel Ilmiah adalah sebagai berikut:
- Objektif, artinya
isi artikel ilmiah hanya dapat dikembangkan dari keadaan yang secara
aktual memang exist, walaupun eksistensi fenomena yang menjadi fokus
bahasannya berbeda antar bidang ilmu yang satu dengan yang lain.
- Rasional.
- Kritis karena
berfunsi sebagai wahana menyampaikan kritik timbal balik terhadap sesuatu
yang dipersoalkan.
- Reserved (menahan diri,
hati-hati dan tidak overclaiming), jujur, lugas dan tidak
menyertakan motif-motif pribadi dan kepentingan tertentu.
- Artikel ilmiah
memiliki gaya bahasa yang formal sehingga hanya fokus ke dalam ilmu saja
dan tidak ada gaya bahasa yang santai.
- Pengutipan sumber
disertai dengan identits sumber yang jelas.
Struktur Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah yang akan dimuat di dalam jurnal bisa bersumber dari hasil
penelitian ataupun kajian sebuah permasalahan yang berdasarkan pada hasil
pemikiran dan studi kepustakaan yang sesuai/relevan. Artikel ilmiah yang
didasarkan hasil penelitian secara umum terdiri atas tujuh hal yaitu judul,
abstrak pendahuluan, cara penelitian, hasil penelitian dan pembahasan,
kesimpulan dan daftar pustaka. Sedangkan, artikel yang bersumber dari kajian
suatu permasalahan yang didasarkan pada hasil pemikiran dan kepustakaan yang
relevan maka struktur naskahnya terdiri dari enam hal yaitu judul, abstrak,
pendahuluan, pembahasan, simpulan, dan daftar pustaka.
Struktur Penulisan
Artikel ilmiah:
- Judul artikel tidak
harus sama dengan judul laporan penelitian. Di bawah judul dicantumkan
nama penulis tanpa gelar dan lembaga tempat bertugas.
- Abstrak memuat inti
permasalahan/tujuan, cara penelitian, hasil dan kesimpulan. Berbahasa
Inggris atau Indonesia. Di akhir abstrak ditulis kata-kata kunci (keywords).
- Pendahuluan berisi
latar belakang masalah (mengapa masalah itu diteliti, perumusan masalah,
tinjauan pustaka dan keterangan terkait dengan tulisan. Rujukan
ditunjukkan dengan menulis nama penulis dan tahun penerbitan buku.
Landasan teori bisa dimasukkan dalam bagian ini.
- Metode penelitian
menguraikan cara-cara pelaksanan penelitian mencakup subjek penelitian,
populasi dan sampel, pengumpulan data, dan teknik analisis data.
- Hasil penelitian
pembahasan berisi uraian hasil yang diperoleh kemudian diberi pembahasan
(penjelasan) ilmiah berdasarkan rujukan tertentu sehingga masalah yang
dikemukakan dapat dipecahkan. Hasil penelitian juga dibandingkan dengan
hsil-hasil penelitian yang relevan.
- Kesimpulan memuat
pernyataan singkat tentang hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan
rumusan permasalahan.
- Daftar pustaka hanya
memuat pustaka yang dipakai dalam penyusunan artikel ilmiah saja. Tidak
perlu sama dengan daftar pustaka yang terdapat dalam laporan penelitian.
2)
ciri-ciri artikel populer :
- opini tentang suatu masalah atau peristiwa disertai fakta empiris dan
teori pendukung
- sarana komunikasi
antara ilmuwan dan masyarakat (orang awam)
- gaya bahasa populer
atau bahasa media (bahasa jurnalistik) --sederhana
- mudah dipahami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar